Blak-blakan ternyata selama punya duit bisa jadi polisi “mantan Wakapolri sebut praktik tersebut akan dihapus”

Jakarta-Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian, Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri, mengakui adanya “kuota khusus” dalam rekrutmen Polri dengan cara membayar.

Dofiri yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) itu menegaskan, praktik tersebut akan dihapus.

“Iya, makanya kalau terkait dengan itu, rekomendasinya di bidang aspek manajerial tadi. Nah kalau tadi rekrutmen gitu kan ya, sekarang ada misalnya kuota khusus itu dihapus,” ujar Dofiri saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, ke depan proses rekrutmen Polri akan diperbaiki dengan melibatkan pihak eksternal.

“Kemudian sekarang harus menggunakan multi-aktor, panitianya itu bukan hanya dari internal Polri, tapi juga dari luar Polri. Nah, rigid nanti seperti itu,” imbuhnya.(Agung)

  • Related Posts

    Prabowo teken Perpres anti ekstremisme 2025-2029 negara siap pasang tameng lawan terorisme

    Jakarta-Pemerintah resmi memperkuat langkah pencegahan ekstremisme di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan…

    Panggil ketua PPATK Prabowo tekankan uang rakyat dikelolah tepat sasaran

    Jakarta -Presiden RI Prabowo Subianto menerima Ketua PPATK Ivan Yustiavandana serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026). Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *