Blak-blakan ternyata selama punya duit bisa jadi polisi “mantan Wakapolri sebut praktik tersebut akan dihapus”

Jakarta-Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian, Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri, mengakui adanya “kuota khusus” dalam rekrutmen Polri dengan cara membayar.

Dofiri yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) itu menegaskan, praktik tersebut akan dihapus.

“Iya, makanya kalau terkait dengan itu, rekomendasinya di bidang aspek manajerial tadi. Nah kalau tadi rekrutmen gitu kan ya, sekarang ada misalnya kuota khusus itu dihapus,” ujar Dofiri saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, ke depan proses rekrutmen Polri akan diperbaiki dengan melibatkan pihak eksternal.

“Kemudian sekarang harus menggunakan multi-aktor, panitianya itu bukan hanya dari internal Polri, tapi juga dari luar Polri. Nah, rigid nanti seperti itu,” imbuhnya.(Agung)

  • Related Posts

    Jalan gelap jadi sorotan premprov Banten benahi lampu jalan nasional

    Banten-Lampu jalan bukan sekadar penerangan. Bagi masyarakat, ini soal keselamatan, kenyamanan, hingga aktivitas ekonomi di malam hari. Karena itu, Gubernur Banten Andra Soni mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Banten, BPTD Kementerian…

    Siap-siap bakal hadir kota baru di Tangerang untuk masyarakat berpenghasilan rendah rrendah ta tangung

    Tangerang -Pemerintah berencana membangun 10 kota baru di Indonesia, dan Kabupaten Tangerang menjadi salah satu lokasi yang sudah masuk daftar. Kota baru ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kelas…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *