Tak Terima Nama Dicatut Buat Ilustrasi,Henra Marpaung Laporkan Oknum Dosen RM Ke Polda

Pekanbaru – Henra Marpaung S.H,.M.H merasa keberatan atas pencatutan nama dan juga membuat ilustrasi yang dilakukan oleh Oknum dosen.Dalam ilustrasi tersebut Henra Marpaung diumpamakan seperti penjahat.Akibat ilustrasi itu muncul statement yang menyudutkan Henra Marpaung.Merasa tak terima atas perlakuan tersebut Henra Marpaung berencana akan membawa persoalan itu ke ranah hukum dan juga akan melayangkan surat keberatan.

Hal ini disampaikan oleh Henra Marpaung pada awak media saat dijumpai di kediaman.Menurut Henra yang telah lama berkecimpung di dunia pengacara ini,apa yang terjadi telah menganggu spikis dan mental keluarganya.”Saya cukup kecewa dengan apa yang terjadi di grup BPH(Badan pengurus Harian) Marpaung bohot borunya.Grup ini adalah grup suku Marpaung yang ada diseputaran Arengka dan Panam.Jadi semua anggota adalah orang orang yang bermarga Marpaung atau boru Marpaung,”ujar Pengacara senior ini.

“Dalam grup WhatsApp itu, ada seorang oknum dosen Universitas Riau yang membuat ilustrasi.Dalam ilustrasi RM memfitnah seakan akan saya adalah mafia tanah yang terlibat di TNTN dan juga satgas KPH.Padahal saya hanya petani kecil yang memiliki sedikit tanah untuk mengeluarkan keringat.Akibat ilustrasi itu muncul komentar baik dan buruk.Salah satunya adalah komentar yang menyampaikan bahwa kalo pohon itu tak berbuat bagus ditebang dan dimasukan ke dalam bara api.Sebuah pernyataan yang mengutip dari Alkitab yang berkonotasi negatif”lanjutnya.

Henra Marpaung merasa komentar ini telah melukai harga dirinya.Selain itu pernyataan yang ada digrup ini juga menganggu mental dan jiwa anak serta istri Henra Marpaung.Mereka tidak terima jika pria yang jadi tulang punggung keluarga di fitnah dan di buat seperti penjahat.Atas kejadian itu.

Sebagai seorang yang taat hukum dan paham hukum,maka saya akan coba menempuh jalur hukum.Langkah ini sebagai bentuk untuk memperoleh keadilan.Permasalah ini telah pernah di buat laporan ke Polda Riau,namun karena waktu yang berdekatan dengan libur lebaran maka ditunda dulu sampai usia lebaran.Saat ini semua bukti bukti telah dikumpulkan di didata.Tidak cukup buat laporan saja,rencana juga akan membuat laporan pada pihak Rektor Unri dan juga Gubernur Riau selaku pemimpin daerah.,”urai Henra.

“Tujuan dari laporan ini adalah untuk menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan buat efek jera bagi pelaku.Bak kata pepatah “tangan mencincang bahu memikul”,siapa yang berbuat harus bertanggung jawab.

Sebagai seorang guru atau dosen itu adalah suri tauladan yang baik bagi anak didiknya.Apalagi RM adalah seseorang yang kandidat Doktor.Sebuah gelar yang prestisius.Tugasnya dosen itu bukan cuma mengajar tapi mendidik anak bangsa kearah lebih baik.Jika dosen saja tak punya etika dan aturan bagaimana anak didik akan baik.Bukankah orang bilang Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.Jika kelakuan yang jadi tauladan sudah tak baik maka tunggulah,imput yang dihasilkan akan lebih parah.,”pungkas Henra Marpaung.(Amrizal)

  • Related Posts

    Polda Riau merespons tudingan soal pembangunan jembatan menggunakan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

    Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa proyek tersebut sepenuhnya merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, mulai dari masyarakat, terutama lembaga sosial dan dukungan dari CSR. “Kami…

    Hari Senin tanggal 16/4/2026 dua perampuan mencuri motor tu

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *