Batam -BENTROKAN BERDARAH DI BATAM!

Sengketa penguasaan lahan di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, berujung bentrokan berdarah pada Senin (14/9/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi ketika dua kelompok berada di lokasi lahan yang sama. Dua orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Humas PT Sat Bangun Sukses (SBS) menyebut pihaknya telah menguasai lahan sekitar 10 hektare sejak 2002. Perusahaan tersebut juga mengklaim telah beberapa kali mengajukan permohonan pengalokasian lahan kepada BP Batam.
Namun, menurut pihak SBS, pada Agustus 2026 mereka mendapat informasi bahwa lahan tersebut telah dialokasikan kepada pihak lain. Persoalan kemudian memanas setelah perusahaan lain disebut mulai melakukan aktivitas di lokasi.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan bentrokan dipicu konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama. Polisi menyebut kejadian bermula ketika salah satu kelompok datang ke lokasi, kemudian kelompok yang diberi kuasa mengelola lahan merasa terprovokasi hingga terjadi penyerangan dan serangan balasan.
Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan Martinus Mangge (55) dan Heribertus Goda (43). Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan jenis senjata yang digunakan. Dugaan awal menyebut senapan angin, bukan senjata api.
Pasca kejadian, polisi telah mengamankan enam orang untuk menjalani pemeriksaan dan mendalami keterlibatan masing-masing.
Polisi juga memastikan bentrokan di Setokok tidak berkaitan dengan konflik Rempang Eco City dan tidak mengandung unsur SARA. Aparat gabungan masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh video maupun informasi yang belum terverifikasi.(Agung)

