Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2023 ke DPR RI.

Penyampaian ini dilakukan secara resmi melalui rapat Paripurna yang dilaksanakan, Jumat (20/5/2022) dan diterima langsung oleh Pimpinan Rapat hari ini yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

“Dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan, Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2023,” jelasnya.

Untuk asumsi makro ini ada beberapa angka yang berubah dari yang sebelumnya disampaikan oleh Sri Mulyani. Misalnya harga minyak mentah Indonesia yang tadinya kisaran US$ 65-US% 75 per barrel menjadi US$ 80 – 100 per barrel.

Begitu juga dengan nilai tukar rupiah yang tadinya kisaran Rp 13.800-Rp 15.000 menjadi Rp 14.300 – Rp 14.800 per US$. Begitu juga lifting minyak dan gas berubah dari angka awal.

Berikut rincian asumsi makro RAPBN 2023: